“Salah Minat” bukan Masalah

        Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya setiap tahunnya mengadakan peminatan bagi mahasiswa tingkat akhir atau pada tahun ke-3. Peminatan merupakan pengkhususan studi yang diambil dalam sebuah jurusan atau program studi, sehingga yang dipelajari lebih spesifik dan terarah ke suatu bidang. Bidang peminatan sendiri terbagi atas Produksi Ternak, Teknologi Hasil Ternak, Nutrisi dan Makanan Ternak serta Sosial Ekonomi Peternakan. Keempat peminatan tersebut merupakan bidang atau aspek peternakan yang saling melengkapi. Tahun 2018 merupakan waktu untuk mahasiswa angkatan tahun 2015 menentukan peminatan masing – masing karena tidak lama lagi akan memasuki semester 7 dan melakukan penelitian untuk tugas akhir sebagai syarat kelulusan pada jenjang pendidikan S1 yang berdasarkan dari peminatan yang diambil oleh mahasiswa tersebut, hal tersebut tentunya menjadi dilema bagi setiap mahasiswa untuk menentukan peminatan terlebih dahulu.

       Peminatan ditentukan di akhir semester 6 masa perkuliahan. Ibu Sri Minarti selaku ketua jurusan menyatakan bahwa peminatan dilakukan pada semester 6 untuk memantapkan minat mahasiswa terhadap pilihan yang diambil, karena di Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya menerapkan kurikulum general, sehingga akhirnya semua mahasiswa dapat meraih gelar Sarjana Peternakan atau S.Pt. untuk jenjang penidikan S1. Oleh karenanya, mahasiwa fakultas peternakan dari awal semester hingga semester enam dibekali ilmu dari seluruh minat agar dapat memahami kompetensi dari bidang peternakan. Peminatan yang dilakukan hanya terbatas pada pebuatan tugas akhir dan bertujuan untuk meningkatkan daya analisis mahasiswa dalam penyelesaian tugas akhir tersebut.
Pemilihan peminatan untuk mahasiswa terdapat beberapa kriteria. Pertama adalah pemilihan peminatan dipilih oleh mahasiswa dengan menentukan skala prioritas dalam minat tersebut melalui sistem online, yaitu dalam situs SIMITA yang pilihannya terdapat dalam website Fapet UB agar mempermudah bagian administrasi untuk mengatur peminatan mahasiswa. Selanjutnya, dikarenakan kalangan mahasiswa terdapat peminatan yang cenderung “disukai” dan dihindari, maka fakultas memberi kuota batasan pada setiap peminatan, dan hal ini juga dilihat dari jumlah dosen yang berkompeten pada minat tersebut, maka kriteria yang kedua adalah berdasar pada IPK minat, yang artinya adalah jumlah nilai IPK yang didapat dari mata kuliah persyaratan pada suatu minat tertentu. IPK minat ini dihitung dari nilai mata kuliah syarat yang telah dijelaskan pada sosialisasi peminatan.

        Batasan kuota ini tentunya akan ada “seleksi” antar mahasiswa yang sehingga tidak semua mahasiswa dapat diterima di peminatan yang diinginkan. Kasus ini tentunya menjadi kekhawatiran pula bagi mahasiswa, namun Ibu Sri Minarti kembali menjelaskan bahwa mahasiswa tidak perlu khawatir apabila nantinya masuk ke dalam minat yang tidak sesuai dengan keinginan, karena sesungguhnya peminatan itu sendiri dibuat untuk memudahkan mahasiswa dalam mencapai kelulusan. Kata “salah peminatan” seharusnya tidak menjadi sebuah hambatan untuk lulus tepat waktu, karena hal tersebut bergantung kepada persepsi dari mahasiswa dan bagaimana niat serta tekad untuk tetap menyelesaikan tugas akhir.

       “Diibaratkan ada sebuah sungai, anak-anak yang sudah berada di peminatan, menjelang penelitian itu ada di pinggir sungai. Sisi pinggir sungai ini ada banyak perahu, perahunya ada 55. Perahunya adalah dosen tadi. 55 perahu itu harus membawa penumpang untuk menyebrangi sungai, kalau sudah di seberang itu apa, berarti anak itu lulus, lewat skripsi penelitian tadi, dan itu saja yang membedakan, yang lainnya sama,” tambah bu Minar sebagai kata motivasi bagi Mahasiwa Fakultas Peternakan Univeristas Brawijaya. (Ady, Tissi /red)

mafaterna

Lembaga Pers Mahasiswa MAFATERNA Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *