Pesona Pantai Utara di Pelosok Pati, Jawa Tengah

 

     (14/1) Mengisi waktu libur bersama keluarga, sahabat, teman ataupun orang terdekat lainnya memang selalu menyenangkan. Suasana tenang dan rasa dekat dengan alam yang ditawarkan pantai memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Tak terkecuali Pantai Kertomulyo yang berada di 21,7 KM arah utara  dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Pati.

       Pemuda karang taruna Desa Kertomulyo-Trangkil menyadari akan potensi wisata yang ada di desa mereka sehingga dibentuklah Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Tresno Segoro. Awalnya mereka hanya berniat untuk menjaga pantai dari abrasi dengan membuat hutan konservasi mangrove, lalu ide mendirikan berbagai spot menarik sebagai tempat mengabadikan momen maupun sekedar duduk bersantai muncul untuk menarik warga dan pihak luar turut melestarikan dan bahkan mengembangkan mangrove yang telah tertanam. Ide tersebut ternyata tidak sia-sia, lembaga dan komunitas peduli lingkungan pun datang untuk membantu pengembangan hutan konservasi mangrove tersebut. Seiring berjalannya waktu pembangunan spot menarik semakin ditingkatkan dan bahkan pembangunan fasilitas umum seperti toilet umum sedang berlangsung. Tidak butuh waktu lama untuk menjadikan Pantai Kertomulyo dikenal dan bahkan menjadi salah satu destinasi wisata favorit masayarakat Kabupaten Pati dan sekitarnya, terutama di akhir pekan menjelang sunrise maupun sunset.  Letak tempat yang dekat, murah, berkualitas serta akses jalan yang mudah dan indah karena di sepanjang jalan menuju pantai terhampar tambak-tambak ikan milik penduduk setempat menjadi alasan salah satu pengunjung, Ulfiatul Ilma memilih Pantai Kertomulyo untuk menghabiskan akhir pekannya.

       Mohammad Salman selaku sekretaris Karang Taruna dan POKDARWIS Tresno Segoro menuturkan bahwa mereka belum berani menyebut Pantai Kertomulyo sebagai tempat wisata hingga ijin wisata diturunkan, meskipun hanya tinggal menunggu beberapa waktu. Hanya dengan merogoh kocek yang sangat minim untuk tarif parkir seikhlasnya pengunjung sudah dapat menikmati panorama alam dan fasilitas yang disediakan, seperti gazebo, jembatan pucuk matahari, jembatan yang langsung mengarah kelaut, ayunan, bangku-bangku kecil dan sebagainya. Pantai inipun ramai oleh pedagang makanan ringan dan bahkan berdiri cafe sederhana.

       Kendala dana masih menjadi momok berarti bagi pengembangan Pantai Kertomulyo. Kendati demikian, menurut Mohammad Salman, POKDARWIS Tresno Segoro akan tetap mengupayakannya. Ia menuturkan bahwa “Hubbul wathon minnal iman (cinta tanah air sebagian dari iman), dimulai dari mencintai dan merawat desa saya sendiri”. (Fina/red)

mafaterna

Lembaga Pers Mahasiswa MAFATERNA Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *