PELANTIKAN SEREMPAK PENGURUS MPM DAN UKM FAPET UB PERIODE 2017

            Bertempat di Lantai 5 Gedung 5 Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, Kamis (02/03) dilaksanakan pelantikan pengurus MPM dan UKM yang nantinya akan melanjutkan tongkat estafet kepengurusan hingga 31 Desember 2017. Pelantikan ini dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Peternakan, Prof. Dr. Ir. Sc. Agr. Suyadi, MS ditemani Wadek III Dr. Ir.  Osfar Sjofjan, M.Sc dan beberapa dosen pembina UKM.  

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, pelantikan MPM dan UKM tahun ini dilakukan secara bersama-sama. Berdasarkan penjelasan Wadek III, seharusnya pelantikan dibagi menjadi dua gelombang, yaitu LKM dan UKM. Gelombang pertama merupakan pelantikan pengurus LKM (Lembaga Kedaulatan Mahasiswa) yang terdiri dari, DPM, MPM dan BEM, kemudian dilanjutkan dengan gelombang kedua yaitu pelantikan pengurus UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang terdiri dari Teater Cowboy, MT-Funa, LPM Mafaterna, KIM, Fasco, Kandang Musik, BOS dan EGP. Sehubungan dengan pelantikan MPM yang seharusnya bersamaan dengan LKM lain, beliau mengatakan bahwa kepengurusan MPM baru dibentuk sehingga pelantikan dilaksanakan bersamaan dengan UKM. “Pelantikan seharusnya dilakukan pada bulan Januari, namun karena libur semester ganjil pembentukan pengurus dari tiap LKM dan UKM menjadi terkendala dan baru bisa dilakukan hari ini” tutur beliau. Beliau juga mengatakan bahwa pelantikan secara serentak ini merupakan himbauan langsung dari rektor dan dekan bahwa pelantikan LKM dan UKM perlu dilakukan secara efisien agar tidak memakan banyak waktu.

Pelaksanaan pelantikan secara bersamaan menimbulkan berbagai kesan dari beberapa pengurus UKM. Dimas Firdaus selaku pimpinan UKM Homeband mengatakan bahwa pelantikan yang dilakukan sudah cukup rapi, lancar dan sangat memuaskan. “Saya mengucapkan terima kasih untuk BEM yang telah memfasilitasi pelaksanaan pelantikan.  Pesan saya kepada teman-teman yaitu bekerjalah tanpa memandang gologan atau kelompok dan bekerjalah atas nama instansi. Kita semua harus membangun nama Fakultas Peternakan sesuai bidang masing-masing”, tambah Dimas.

Berbeda dengan Dimas, Meiretha selaku anggota pengurus Infokom Fasco sedikit mengeluhkan kegiatan pelantikan bersama ini.  Menurutnya pelaksanaan pelantikan secara serempak ini mengumpulkan banyak pengurus sehingga terkesan riweh. Dia berharap pelantikan di tahun-tahun mendatang lebih efektif dan efisien. Iqbal selaku direktur KIM juga mengatakan  bahwa pelaksanaan pelantikan tahun ini terasa kurang sakral. “Menurut saya sih  memang lebih baik (pelantikan bersama). Harapan saya di pelantikan tahun-tahun selanjutnya lebih resmi dan lama. Meskipun akan terasa membosankan, tapi ini sakral menurut saya.  Apabila dimungkinkan bisa dilaksanakan dalam satu hari”, tutur Iqbal.

Keberadaan LKM dan UKM dalam mendukung kualitas Fakultas Peternakan diakui oleh Bapak Osfar cukup berperan, dengan adanya AUN-QA (Asean University Network Quality Assurance) kehidupan organisasi mahasiswa dalam fakultas tidak lepas dari pengamatan. Beliau  berharap tiap LKM dan UKM terus meningkatkat kualitas unitnya, terus positif, kompetitif dan bermutu. Prof. Dr. Ir. Sc. Agr. Suyadi, MS selaku Dekan Fakultas Peternakan juga berpesan bahwa mahasiswa harus membangkitkan kehidupan organisasi tanpa meninggalkan kehidupan akademik. Menurut beliau konsekuensi bagi semua UKM di wilayah Universitas Brawijaya adalah akan dihapus oleh pihak Universitas apabila dalam satu periode kepengurusannya tidak melakukan suatu program (Danty/red).DSC_0260

mafaterna

Lembaga Pers Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *