Kado dari pascasarjana Program Magister (S2) untuk Fakultas Peternakan

 

     Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya merupakan satu diantara perguruan tinggi di Indonesia yang mengadakan program studi lanjutan yaitu program magister Ilmu Ternak meliputi S2 dan S3. Pascasarjana merupakan jenjang pendidikan yang ditempuh setelah jenjang pendidikan awal dan mendapatkan gelar S1. Tujuan dari pascasarjana di Fakultas Peternakan adalah sebagai pembekalan studi lanjutan, mencetak tenaga ahli di bidang peternakan.
       Mutu dan kualitas program studi maupun lulusan dapat dilakukan dengan akreditasi. Akreditasi sendiri merupakan suatu penilaian lembaga independen untuk menjamin mutu dan menstandarisasi alumni perguruan tinggi yang diakui oleh BAN PT (Badan Akreditasi Perguruan Tinggi), tujuannya untuk menjamin mutu perguruan tinggi dan memberikan perlindungan bagi masyarakat dari penyelenggaraan perguruan tinggi yang tidak memenuhi standar, mendorong perguruan tinggi agar terus memperbaiki dan mempertahankan mutu dan pelaksanaannya sendiri dilakukan secara berkala tiap lima tahun sekali. Berdasar hasil akreditasi akan didapatkan banyak manfaat, seperti pertimbangan transfer kredit perguruan tinggi, pemberian bantuan semakain mudah dan alokasi dana semakin besar. Selanjutnya, hal tersebut memberikan manfaat bagi alumni adalah mendapatkan pengakuan dari instansi lain yang tentu akan mempermudah dalam mencari lapangan pekerjaan.

​       Proses akreditasi memakan waktu cukup panjang dan rumit mulai dari pegajuan borang, kelengkapan dokumen dan assesmen lapang. Persiapan dokumen meliputi visi misi, SDM, kurikulum, sarana prasarana, pengabdian, penelitian, dan kerja sama, pengajuan hingga visitasi oleh BAN-PT melalui asesor yang pada kesempatan yang lalu tim asesor oleh BAN-PT diwakili oleh Widya Asmara, Prof.,Drh.,SU.,Ph.D (Universitas Gadjah Mada) dan Vitus Dwi Yunianto, Prof.Dr.Ir.M.S.,M.Sc. (Universitas Diponegoro).Penilaian diakumulasikan dengan skor maksimal 400. Proses ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya akreditasi kali ini memakai sistem baru yaitu SAPTO (Sistim Akreditasi Perguruan Tinggi Online) yaitu dengan pengiriman dokumen secara online dengan melampirkan bukti nyata pada proses pengajuannya. Walaupun sempat mengalami keterlambatan memasukkan dokumen, akibatnya visitasi baru dapat dilaksanakan bulan februari sedangkan seharusnya masa berlaku akreditasi BAN PT program Magister Ilmu Ternak FAPET UB telah berakhir pada januari lalu, namun hal tersebut bukan lagi menjadi masalah.
​       Proses akreditasi pascasarjana Fakultas Peternakan melibatkan beberapa pihak, diantaranya bapak Dr.Ir. Irfan H. Djunaidi,M.Sc selaku Ketua program pascasarjana, GJM (Gugus Jaminan Mutu) maupun beberapa staf yang merupakan dosen muda berjumlah 9 orang. Akreditasi dilakukan di gedung 5 Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya selama tiga hari berturut – turut yaitu tanggal 22-24 Februari 2018, dengan kegiatan berupa presentasi penyampaian visi misi pengecekan dokumen (dokumen yang meliputi dokumen 3 A untuk prodi, dokumen 3 B untuk fakultas dan dokumen 3C untuk evaluasi diri), tanya jawab dengan dosen, staff akademik,tenaga kependidikan, mahasiswa hingga stakeholder, selain itu perwakilan dosen juga melakukan gelar produk yang merupakan salah satu bukti nyata bahwa dosen telah melakukan penelitian , pengajuan paten serta melakukan produksi.
​       Hasil penilaian akreditasi oleh tim asesor, nampaknya tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mengetahuinya. Kamis sore (8/3) Pusat Jaminan Mutu (PJM) Universitas Brawijaya menyampaikan bahwa Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya kembali menyandang akreditasi A dengan perolehan skor 378 melampaui standart skor minimal akreditasi A yaitu 361, serta melebihi target yang ditetapkan oleh fakultas yaitu 370. Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya tentunya patut berbangga dan bersyukur dan dengan perolehan skor tinggi menjadikan tantangan pada akreditasi selanjutnya. Bapak irfan selaku ketua program pascasarjana menambahkan “dalam waktu dekat kita mau mempersiapkan AUN-QA (ASEAN University Network-Quality Assurance) untuk S2 yaitu sertifikasi program studi untuk wilayah ASEAN, jadi jika kita sudah dapat sertifikasi ASEAN, kualitas kita sama untuk negara ASEAN. Tahun ini kita insyaAllah sudah mulai persiapan dokumen.” Tantangan tersebut tentunya menjadikan Fakultas Peternakan yang termasuk didalamnya Program Magister Ilmu Ternak, akan mendorong kemajuan yang positif guna meningkatkan kualitas studi dan kualifikasi perguruan tinggi. (Kaninda, Diah /red)

mafaterna

Lembaga Pers Mahasiswa MAFATERNA Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *