Kabar Peternakan di Indonesia 2017

      Indonesia merupakan negeri dengan luas daratan yang mencapai jutaan kilometer, dengan luas tersebut tentunya bernilai positif bila dikembangkan secara maksimum. Keadaan alam yang baik tersebut didukung pula dengan jumlah penduduk yang terbilang banyak. Hingga tahun 2017 jumlah penduduk Indonesia yang tercatat oleh BPS (Badan Pusat Statistik) mencapai 261 juta jiwa. Jumlah penduduk yang terus meningkat dari waktu ke waktu tentu akan menigkatkan pula kebutuhan pangan dan pola hidup masyarakat. Hal tersebut merupakan salah satu potensi untuk mengembangkan sektor pertanian, khususnya sub sektor peternakan sehingga lahan yang luas dapat memberikan pengaruh postif serta jumlah penduduk yang meningkat akan berbanding lurus terhadap kebutuhan pangan yang berasal dari sub sektor peternaka jika pengelolaan pada subsektor ini sudah cukup baik. Namun, realitanya Indonesia belum memanfaatkan potensi tersebut  sepenuhnya, selain itu dampak yang disebabkan oleh krisis ekonomi & moneter  pada tahun 1997, keadaan peternakan di Indonesia terus mengalami pasang surut, sehingga menyebabkan kekurangan produksi dari produk hasil peternakan dan  masih jauh untuk melakukan swasembada di subsektor peternakan, contohnya swasembada daging dan susu. Untuk memenuhi kebutuhan akan protein hewani yang berasal dari ternak, pemerintah melakukan import dari luar negeri untuk produk tersebut. Ketergantungan pada import yang dilakukan secara terus menerus, namun tidak ditunjuang oleh perkembangan di dalam negeri tentu dapat menimbulkan permasalahan serius, sehingga kesempatan besar untuk menghasilkan produksi tinggi bila ditinjau dari alam dan sumber daya manusianya akan sia – sia.

       Kondisi peternakan di Indonesia masih sangat perlu dilakukan evaluasi dan pengembangan dalam pengelolaannya. Evaluasi yang dilakukan idealnya adlah setiap pergantian tahun, hal ini karena pergantian tahun tentu akan membawa cerita serta dampak tentang kondisi yang terjadi pada tahun tersebut, selain itu pada pergantian tahun dilaksanakan perencanaan pada waktu yang akan datang. Perencanaan pada bidang ini perternakan sebelumnya  perlu diketahui terlebih dahulu bagaimana perkembangan dunia peternakan pada periode sebelumnya. Oleh sebab itu,  kami akan meringkas beberapa kondisi peternakan di Indonesia pada tahun 2017 secara garis besar diantaranya adalah :  

  1. Per- tanggal 1 januari 2017 Kementerian Pertanian (Kementan) telah melarang penggunaan antibiotik sebagai pemacu pertumbuhan atau growth promoterpada ternak mengacu pada amanat UU nomor 41 tahun 2014 juncto UU Nomor 18 tahun 2009 tentang peternakan dan kesehatan.
  2. Meningkatnya kebutuhan daging dalam negeri terkhusus di Kota Semarang, pemerintah kota mengadakan program sapi wajib bunting, guna mendorong program tersebut pemerintah kota membantu 1500 akseptor beserta tenaga ahli inseminator atau kawin suntik yang diterjunkan ke masyarakat.
  3. Indonesia melakukan eksport perdana susu UHT berlabel “Real Good” ke luar negeri yang sumber susunya berasal dari warga Boyolali setempat maupun dari provinsi tetangga. Hal ini menunjukan bahwa PT So Good Food telah berhasil meningkatkan nilai tambah dengan memproduksi susu olahan bernilai tinggi. Hal ini dikutip dari com
  4. Greenfields menghebohkan dunia peternakan dengan peresmian anak peternakan keduanya di Desa Pijomobo, Wlingi, Blitar pada bulan Mei 2017 yang digadang-gadang merupakan peternakan termodern se-Asia Tenggara dengan menempati lahan seluas 172 hektar dan mampu menampung 9.550 ekor sapi. Investasi yang dikucurkan dalam sebesar Rp 600 miliar, yang terbagi untuk infrastrukstur, bangunan, dan sapi. Peternakan pertama PT Greenfields yang ada di Malang berkontribusi sebanyak 6% terhadap konsumsi susu nasional, dari total 20% produksi susu nasional dengan 80% impor. Di peternakan kedua, terdapat sapi perah sebanyak 10.000 ekor dengan total sapi siap diperah sebesar 4.000 ekor dengan 125 ton susu akan dihasilkan setiap harinya dan didukung oleh beberapa fasilitas canggih, yakni penggunaan kanal ventilasi yang dilengkapi sensor kipas, tempat pemerahan (milking parlor) berupa rotary parlor, pengolahan limbah sapi yang dijadikan biogas, sistem pakan, dan penyesuaian lampu sesuai status sapi untuk meningkatkan produktivitas.
  5. Jambore Peternakan Nasional 2017 yang berlokasi di Cibubur, Jakarta Timur Presiden Jokowi mengungkapkan keinginannya membangun industri peternakan dalam skala besar dan profesional seperti sebuah korporasi di tanah air dengan harapan lebih memudahkan mengkoordinasi peternak di Indonesia. Serta masih banyak lagi peristiwa seputar peternakan pada tahun 2017 lainnya.

       Pembangunan peternakan adalah bidang pembangunan nasional yang amat utama, lantaran salah satu maksud pembangunan peternakan yakni peningkatan mutu sumberdaya manusia yg baik. Keadaan peternakan di Indonesia terus mengalami pasang surut sejak terjadinya krisis ekonomi & moneter tahun 1997 hingga saat ini. Pembangunan peternakan tak terlepas dari bermacam masalah & tantangan. Kebutuhan pangan masyarakat di Indonesia merupakan salah satu ancaman sekaligus kesempatan bagi Negeri ini. Ketergantungan pada import namun tidak ditunjuang oleh perkembangan di dalam negeri tentu akan menimbulkan permasalahan serius, padahal Indonesia memiliki kesempatan besar untuk menghasilkan produksi tinggi bila ditinjau dari alam dan sumber daya manusianya.

mafaterna

Lembaga Pers Mahasiswa MAFATERNA Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *