‘From Animal Husbandry to be Animal Science’ Ada Apa ?

       Istilah from farm to table menjadi landasan pembelajaran di Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya dilihat dari segi peminatan yang ada seperti Produksi Ternak, Nutrisi Ternak, Teknologi Hasil Ternak, dan Sosial Ekonomi Peternakan. Di sini pembelajaran tidak hanya terbatas mengenai hal-hal yang ada di bidang Peternakan saja, seperti bagaimana memelihara dan merawat ternak. Namun, mahasiswa juga diajarkan  bagaimana caranya mengolah produk peternakan hingga  memasarkan produk agar sampai ke tangan konsumen.

       Animal Husbandry, penerjemahan nama Fakultas Peternakan di Universitas Brawijaya ini telah digunakan sejak lama. Seiring berjalannya waktu, terjemahan ini dirasa kurang tepat melihat semakin banyak munculnya teknologi-teknologi baru khususnya di bidang Peternakan. Menurut Wikipedia, Animal Husbandry adalah cabang dari bidang Agrikultur yang mencakup hewan yang dipelihara untuk diambil daging, susu, telur, atau produk lainnya termasuk pemeliharaan sehari-hari, penyeleksian breed, dan pengembangbiakan ternak. “Animal Husbandry itu merupakan suatu konotasi beternak yang dilengkapi dengan cara-cara breeding, caring management, dan sifatnya on farm.”, ujar Prof. Dr. Sc. Agr. Ir. Suyadi, MS

       Animal Science memiliki konotasi yang lebih luas. Sesuai Wikipedia, animal science adalah pendeskripsian dari ‘pembelajaran biologi hewan di bawah kontrol kemanusiaan’. Berkaca dari kondisi Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, ungkapan ini disesuaikan dengan pembelajaran yang juga mencakup teknologi, kebijakan, dan pemasaran di bidang Peternakan. “Animal Science sifatnya tidak hanya on farm saja tapi juga on market dan on table. Sebagai contoh sterilisasi pada kucing, kegiatan itu merupakan pengembangan atau ekspansi. Minimal mempelajari di bidang Peternakan. Dengan Animal Scince ini akan bisa merambah ke komiditi lain seperti lebah, buaya, katak, dan sebagainya.” ujar dekan Fakultas Peternakan. Selain itu, alasan pengubahan menjadi Animal Science adalah agar ruang lingkup peternakan di sini tidak hanya berkisar pada produksi, tetapi juga mengarah ke industri Peternakan.

       Awal mula ide pengubahan Animal Husbandry menjadi Animal Science dicetuskan oleh Prof. Dr. Sc. Agr. Ir. Suyadi, MS selaku Dekan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. Dari studi literatur hingga menimbang beberapa pendapat dari Dekan Fapet Universitas lain dan ahli, ditetapkanlah terjemahan Fakultas Peternakan UB ini menjadi Faculty of Animal Science. Proses perubahan menjadi Faculty of Animal Science ini disampaikan oleh Dekan Fapet UB kepada pihak Dikti melalui Rektor UB. Tidak ada peresmian apapun karena letak perubahannya hanya pada terjemahan dan masih bernama Fakultas Peternakan.

       Perubahan menjadi Faculty of Animal Science ini hanya sebagai penyesuaian dengan pembelajaran di Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. “Tidak ada dampak perubahan pada pembelajaran di sini karena pembelajaran kita sudah clear.” sambung Dekan FAPET UB. Harapannya, lulusan Fapet Universitas Brawijaya tidak hanya bekerja di praktisnya saja karena jenjang disini adalah sarjana, bukan diploma. (Ninis,Liza,Juna/red)

mafaterna

Lembaga Pers Mahasiswa MAFATERNA Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *