Fasilitas Fakultas untuk Kegiatan Mahasiswa

1495791294701 1495791310449 1495791313391

One Day with Dekanat” merupakan salah satu acara yang diadakan oleh BEM Fapet UB dengan tujuan mahasiwa dapat menyampaikan aspirasi dan keluhan kepada pihak dekanat. Tidak ada tema khusus yang diusung dalam diskusi ODWD (One Day with Dekanat -red) hari Rabu (24/05) lalu. Acara yang dihadiri oleh Dr. Ir. Osfar Sjofjan, M.Sc., selaku Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan ini dimulai tapat pada pukul 16.00 WIB dan langsung dibuka dengan sesi pertanyaan.

 

Diskusi pertama diawali oleh pertanyaan Erik, mahasiswa angkatan 2015 yang menanyakan syarat-syarat berdirinya suatu UKM dari komunitas. Telah dikathui bahwa di lingkungan Fapet banyak komunitas yang sudah memiliki banyak anggota di antaranya adalah Boer Mania, pecinta reptile dan lain-lain. Dr. Ir. Osfar Sjofjan, M.Sc mengatakan bahwa  bahwa komunitas bisa menjadi sebuah UKM asalkan memiliki anggota dan prestasi. “Bisa saja (komunitas menjadi UKM) asalkan memiliki member dan berprestasi. Untuk lebih jelasnya akan saya carikan SK dari Rektor terkait hal tersebut” jelas beliau. Beliau juga menambahkan bahwa Universitas Brawijaya telah memiliki banyak prestasi sehigga keberadaan UKM yang berprestasi diharapkan dapat berperan dalam menunjang diraihnya PTNBH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum).

Topik diskusi yang banyak dibahas adalah mengenai fasilitas yang diberikan oleh fakultas. Iqbal, angkatan 2014 yang juga merupakan Direktur UKM KIM menanyakan permasalahan seputar manual prosedur yang ada di Fapet seperti mekanisme peminjaman ruang. Menanggapi hal tersebut, Wadek III menyatakan bahwa sudah ada pembicaraan dengan DPM terkait penyusunan manual prosedur dan hal-hal teknis lainnya. Beliau manambahkan bahwa manual prosedur ini dibuat tidak hanya mengenai peminjaman ruang saja, namun ada beberapa hal lain seperti pengajuan proposal, izin acara, mengundang Dekan dan hal-hal yang lain.

Wadek III juga menilai mahasiswa masih belum bertanggung jawab dalam hal meminjam ruangan untuk kegiatan mahasiswa. Tanggung jawab yang dimaksud bukan hanya mengembalikan ke tempat semula, melainkan menjaga seluruh fasilitas yang ada dalam ruangan. Beliau mencontohkan salah satu kegiatan di lantai 5 yang tidak mematikan lampu dan AC setelah kegiatan berakhir. Hal-hal tersebut akan berdampak pada keuangan yang membengkak karena borosnya penggunaan listrik. “Salah satu kekurangan kita adalah sense of belonging. Jadi saya berharap mahasiswa dapat menjaga fasilitas yang telah diberikan fakultas dan universitas” tambah beliau.  (Ninis,Omo/red).

mafaterna

Lembaga Pers Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *