Beberapa mata kuliah pilihan di-nonaktifkan, kenapa?


       Di sela pergantian semester hadir rutinitas yang selalu menyibukkan mahasiswa salah satunya adalah kegiatan daftar ulang, dimana terdapat serangkaian prosedur seperti pembayaran UKT, pengisian KRS, penyutujuan oleh dosen pembimbing hingga pengumpulan berkas. Hal yang cukup menyita perhatian di awal semester genap ini yaitu pengisian KRS. KRS (Kartu Rencana Studi) merupakan proses lanjutan berupa pemilihan mata kuliah oleh mahasiswa yang akan ditempuh pada semester selanjutnya berdasar pada ketentuan yang berlaku. Ketentuan pemilihan Mata Kuliah diantaranya menimbang tingkatan semester yang telah ditempuh berdasarkan buku pedoman akademik yang penyusunannya mengacu pada kegiatan akademik serta ketetapan yang diputuskan oleh pihak DIKTI. Pengisian KRS dilakukan setiap mahasiswa secara online pada situs resmi kampus Universitas Brawijaya.

       Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya sendiri mempunyai kebijakan di mana mahasiswa tidak dikelompokkan berdasarkan program studi melainkan memilih program peminatan di tahun ke ke-4 atau lebih tepatnya pada semester 7 dengan menimbang aspek nilai dan minat mahasiswa itu sendiri. Hal yang melatarbelakangi kebijakan ini adalah harapan di mana Fakultas Peternakan dapat mencetak lulusan yang menguasai semua bidang peternakan sehingga tidak hanya terfokus pada satu aspek.

       Pengisian KRS bagi mahasiswa peralihan dari semester 5 menuju semester 6 kali ini sedikit berbeda dari semester-semester sebelumnya. Program mata kuliah wajib yang terdiri atas 11 sks dan menyisakan kuota 9 sks untuk matkul pilihan cukup menyita perhatian mahasiswa, tidak hanya mengenai mata kuliah apa yang akan dipilih tetapi juga terkait tersedia atau tidaknya mata kuliah pilihan tersebut. Alasan penonaktifan beberapa mata kuliah pilihan adalah kurangnya peminat  sehingga kuota minimal untuk diilakukan pembukaan kelas tidak terpenuhi.  Beberapa mata kuliah pilihan yang tidak tersedia pada semester ini diantaranya Industri pengolahan telur, Pemograman pakan ternak, Agribisnis peternakan, Industri pengolahan hasil samping dan Pengelolaan sumberdaya hijauan pakan ternak. Pada dasarnya mata kuliah tersebut tercantum di buku pedoman akademik yang merupakan acuan legal Fakultas Peternakan dalam pelaksanaan KRS.

       Permasalahan mata kuliah yang dinonaktifkan atau tidak tersedia pada semester ini dapat diatasi dengan pengusulan pembukaan kelas. Sebagian mahasiswa cukup awam dengan prosedur pembukaan kelas tersebut terbukti dengan perbedaan pemahaman mahasiswa dengan ketentuan akademik yang berlaku. Salah satunya yaitu salah kaprahnya mahasiswa dalam prosedur pembukaan kelas pada mata kuliah yang dinonaktifkan. Alur pembukaan kelas baru dari akademik dimulai dari pendataan mahasiswa yang berminat kemudian dilakukan pengusulan pembukaan kelas kepada Wakil Dekan Bidang Akademik yakni Dr. Ir. Lilik Eka Radiati, MS. Prosedur ini seharusnya dilakukan dan telah disetujui jauh-jauh hari sebelum jatuh tempo periode pengisian KRS, sedangkan sebagian mahasiswa baru melakukan pengusulan pembukaan kelas ketika waktu KRS telah berlangsung. Pengajuan pembukaan kelas ketika sudah menginjak periode KRS atau yang akrab dengan “KRS-an” ini tentu akan berdampak pada kurang maksimalnya persiapan pengajaran, persiapan praktikum, penempatan jam kuliah, penyesuaian dengan mata kuliah lain, serta hal lainnya. Sayangnya kejadian tersebut hampir tiap tahun selalu terulang, oleh sebab itu perlu bagi mahasiswa untuk mengetahui prosedur dan informasi mengenai pembukaan kelas tersebut.

       Mahasiswa tidak perlu khawatir mengenai mata kuliah pilihan yang tidak bisa diambil pada semester ini mengingat beban wajib mata kuliah pilihan hanya 9 sks, dan mata kuliah pilihan yang terdaftar maupun yang dinonaktifkan masih dapat diambil di semester selanjutnya tentunya dengan prosedur dan persyaratan yang berlaku. “Tipe mata kuliah pilihan adalah tambahan, yang wajib di fakultas hanya 144 sks dan 9 sks tambahan, jadi kalau tambahan itu boleh ambil apa saja bukan merupakan yang wajib, mata kuliah pilihan yang ada sudah mewakilkan sosek, tht, produksi, reproduksi dan nutrisi” tutur bu Lilik Eka dalam wawancaranya (Diah /red).

mafaterna

Lembaga Pers Mahasiswa MAFATERNA Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *