‘Aksi 2 Mei’ Tuntutan Hak-Hak Mahasiswa UB

 

      Hari Pendidikan Nasional merupakan hari yang ditetapkan untuk memperingati lahirnya Bapak Pendidikan yaitu Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh pelopor pendidikan di Indonesia.  Banyak cara yang digunakan untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional ini salah satunya dilakukan dengan aksi 2 Mei sebagai bentuk penyampaian aspirasi mahasiswa mengenai pendidikan di Indonesia  yang masih kurang terutama di Universitas Brawijaya. Bertempat di pelataran Gedung Rektorat Universitas Brawijaya, orasi aksi ini membawa tuntutan-tuntutan yang berkaitan dengan nasib kampus 3 Kediri, PTN-BH, dan kebijakan lain.

Tuntutan yang disampaikan terdiri atas beberapa poin yang tertulis seperti di bawah ini :

  1. Menuntut pemberian legitimasi kepada mahasiswa Vokasi untuk mengawal dan menyelesaikan masalah vokasi
  2. Menolak PTN-BH UB dan menuntut pemberian transparansi informasi dari tim khusus PTN-BH UB.
  3. Menuntut peningkatan infrastruktur pelayanan pendidikan
  4. Menuntut transparansi progres perizinan PSDKU pembangunan dan aliran dana UB kampus 3 Kediri
  5. Menuntut peningkatan sistem keamanan dan fasilitas penunjang sarana pendukung di UB
  6. Menolak kredit pendidikan berbunga

 

        Aksi ini dihadiri oleh 15 Fakultas yang ada di Universitas Brawijaya. Pembacaan tuntutan diwakili beberapa orator yang menuntut hak-hak mahasiswa untuk dipenuhi. Perwakilan dari vokasi membahas tentang tuntutan pertama, perwakilan dari UB kediri membahas tentang tuntutan ke 4, sera perwakilan salah satu mahasiswa difabel yang membahas tentang tuntutan ke 3 terutama mengenai fasilitas dan SOP mempermasalahkan tentang disediakannya minimal satu anggota yang bisa berbahasa isyarat untuk membantu teman teman difabel untuk menyalurkan ide-idenya .Selain itu mahasiswa juga menyuarakan penolakan terhadap PTN-BH dan menolak kredit pendidikan berbunga.

       Aksi ini tidak hanya terbatas pada orasi namun juga ada aksi negosiasi dari beberapa perwakilan mahasiswa yang bertujuan untuk bernegosiasi dengan pihak Universitas. Aksi negosiasi ini tidaklah mudah karena perwakilan mahasiswa yang akan melakukan negosiasi kepada pihak Universitas sempat tertahan dan sulit untuk bertemu dengan pihak Rektorat. Perwakilan yang melakukan negosiasi juga membawa data-data tentang peraturan-peraturan pemerintah yang memberatkan perubahan PTN menjadi PTN-BH.

       Setelah aksi berjalan cukup lama, mahasiswa mendapatkan angin segar berupa disetujuinya semua tuntutan kecuali dua tuntutan dimana masih menjadi perhatian pihak Rektorat yaitu tentang PTN-BH dan student loan. Untuk permasalahan PTN-BH, Rektorat akan mengikutsertakan mahasiswa dalam tim perumus, yang membuka peluang untuk menolak PTN BH. Sayangnya hal ini berbanding terbalik dengan keputusan mengenai Student loan yang dinilai sulit untuk ditolak penerapannya ketika sudah ditetapkan. Meski demikian, aksi ini berakhir dengan aman, tertib dan lancar tanpa ada kendala. (Kaninda, Satria /red)

mafaterna

Lembaga Pers Mahasiswa MAFATERNA Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *